BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara kepulauan yang
sangat besar di dunia dengan semua potensi yang ada didalamnya. Di zaman
Majapahit saja kekuasaan nusantara bahkan sampai ke Thailand. Armada-armada
laut kita sejak dahulu sangat kuat dan disegani. Inilah yang menjadikan
Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia. Semua pulau-pulau disambungkan oleh
laut-laut sempit yang memiliki beragam potensi.
Poros maritim adalah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antar pulau sehingga arus barang dan jasa berjalan lancar. Kejayaan Indonesia di bidang kemaritiman harus digelorakan karena Indonesia merupakan Atlantis yang pernah dituliskan Plato dalam bukunya beradab silam. Atlantis adalah negara yang kaya, gemah ripah lohjinawi. Indonesia harus berjaya di lautan dandi daratan, jangan sampai kekayaan kita dimanfaatkan negara lain.
Ada dua bagian besar yang menjadi unsur pembangun poros maritim dunia yaitu:
1. Aspek ekonomi kelautan dan kemaritiman sebagai aset andalan
pengembangan dan pembangunan poros maritim. Aspek ekonomi kelautan dan
kemaritiman mencakup sumber daya perikanan, migas lepas pantai, mineral dasar
laut, transportasi laut, industri maritim, wisata bahari, pulau luar, terumbu
karang dan lainnya.
2. Aspek komponen tata kelola untuk menentukan bagaimana aspek ekonomi
kelautan dan kemaritiman dapat dikelola dan dikembangkan arahnya untuk
mewujudkan poros maritim dunia. aspek ini mencakup penataan ruang laut,
pengaturan alur laut kepulauan, pengawasan laut, pertahanan dan keamanan untuk
kedaulatan NKRI, buday abahari, sumber daya manusia, IPTEK kelautan dan
kualitas dan daya dukung lingkunan laut.
Posisi Indonesia ditakdirkan saat ini berada di khatulistiwa dimana menjadikan negara ini berada di tengah-tengah dunia. Oleh sebab itu Indonesia dikenal juga sebagai zamrud khatulistiwa karena di dalamnya terdapat berjuta potensi yang begitu mengesankan.
B. Rumusan Masalah
Untuk lebih memudahkan pembahasan materi, maka saya membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Dimana letak Indonesia besertakan pengaruhnya terhadap Indonesia secara :
a.) Astronomis
b.) Geografis
c.) Geologis
2. Apa saja batas-batas wilayah negara Indonesia?
3. Seberapa besar luas wilayah Indonesia (darat dan perairan)?
4. Apa saja karakteristik wilayah perairan di Indonesia?
5. Apa saja karakteristik wilayah daratan di Indonesia?
6. Mengapa terjadi perkembangan jalur transportasi dan perdaganag ninterasional di Indonesia?
7. Bagaimana dan seberapa besar potensi dan pegolahan sumber daya kelautan di Indonesia
a.) Sumber daya perikanan
b.) Pariwisata bahari
BAB 2
PEMBAHASAN
BAB 2
PEMBAHASAN
1. Letak Indonesia Secara Astronomis, Geografis, dan Geologis
Letak Astronomis
Letak Astronomis Indonesia
lib.utexas.edu
Letak astronomis sendiri terkadang juga disebut
letak matematis karena menggunakan koordinat garis lintang dan bujur untuk
mengetahui posisi suatu wilayah.
Berdasarkan globe itu,
dapat dilihat bahwa letak astronomis Indonesia berada pada koordinat 95 derajat
Bujur Timur hingga 141 derajat Bujur Timur, dan juga antara 6 derajat Lintang
Utara sampai dengan 11 derajat Lintang Selatan (6 derajat
LU – 11 derajat LS dan 95 derajat BT – 141 derajat BT).
- Pengaruh Letak Astronomis Indonesia
pakmono.com
Letak astronomis Indonesia ini membuat lokasi ini
tergolong sebagai negara yang beriklim tropis atau panas. Sebagai akibatnya,
berikut beberapa pengaruh dari letak Indonesia secara astronomi:
1. Temperatur Indonesia yang tinggi
Temperatur atau suhu udara adalah panas dan
dinginnya udara di wilayah itu. Suhu udara dapat diukur menggunakan termometer.
Indonesia memiliki temperatur rata-rata yang tergolong tinggi, yakni 28°C.
Temperatur yang paling tinggi dapat mencapai 34°C yang terjadi saat pukul
15.00.
Suhu udara
paling rendah kurang lebih 23°C yang terjadi saat pukul 06.00. Suhu udara di
satu daerah tidaklah serupa dengan daerah yang lain. Contohnya Bogor dan Puncak
memiliki suhu udara yang lebih dingin dibandingkan dengan suhu udara di
Jakarta. Hal tersebut dapat terjadi akibat letak Bogor dan Puncak yang lebih
tinggi daripada Jakarta. Makin tinggi letak suatu tempat, semakin rendah atau
dingin udaranya. Sebaliknya, semakin rendah suatu tempat, suhunya semakin
panas.
Tempat-tempat yang memiliki
ketinggian lebih dari 4.200 meter di atas permukaan air laut, sebagian besar
permukaannya tertutupi salju. Sebagai contoh adalah daerah puncak Pegunungan
Jayawijaya di Provinsi Papua Barat yang selalu ditutupi oleh salju.
2. Curah Hujan Yang Tinggi
Curah hujan adalah jumlah volume air hujan yang
jatuh di suatu tempat di saat tertentu. Curah hujan di negara Indonesia
biasanya termasuk dalam kategori yang tinggi.
Daerah-daerah yang memiliki curah hujan tinggi,
antara lain adalah Geumpang, Sibolga, Indarung, Bogor, Ciater, Wonosobo, dan
Putussibau. Terdapat juga tempat yang mempunyai tingkat curah hujan yang
rendah, seperti Palu, kota Lombok di pesisir timur Pulau Lombok, dan Waingapu.
3. Terjadinya Hujan Zenital dan Equator
Suhu udara yang sangat tinggi mengakibatkan
terjadinya hujan zenithal atau yang dikenal dengan sebutan hujan equator. Hujan
zenithal atau equator adalah hujan yang muncul dikarenakan udara yang naik
karena adanya temperatur yang tinggi. Hujan jenis ini biasanya terjadi di
daerah tropis antara 23,5 derajat LU-23,5 derajat LS.
Oleh sebab itu, terkadang disebut sebagai hujan
naik tropis. Arus konveksi membuat uap air di ekuator naik secara vertikal
karena adanya pemanasan air laut yang terjadi secara terus menerus. Kemudian
terjadilah kondensasi atau turunnya hujan. Hal itu yang membuat hujan zenit
terkadang juga disebut sebagai hujan equator.
Nama hujan zenithal diberikan karena hujan jenis
ini akan terjadi pada saat matahari melewati zenith area itu. Semua area di
wilayah tropis kira-kira mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
4. Melimpahnya Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati yang begitu melimpah
dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya. Hal ini karena hutan-hutan di
Indonesia sangatlah subur sehingga mampu menyediakan makanan untuk beraneka
ragam makhluk yang hidup didalamnya.
Di tambah luasnya wilayah perairan bangsa ini yang
menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.
Sehingga kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas karunianya yang
besar ini.
5. Tiga Zona Waktu
Pengaruh letak astronomis Indonesia yang ketujuh
adalah terbaginya wilayah Indonesia ke dalam 3 zona waktu, yaitu Waktu
Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WIT) dan Waktu Indonesia Timur
(WIT).
Pembagian zona waktu di Indonesia ini telah
mempunyai kekuatan hukum sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 41 tahun
1987, dan sejak 01 Januari 1988 pembagian zona waktu di Indonesia telah
diatur sebagai berikut:
§ Waktu Indonesia Barat (WIB)
meliputi
lokasi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, dan kalimantan Tengah. Waktu didaerah
berikut mempunyai perbedaan 7 jam (lebih awal) bersama Greenwich Mean Time
(GMT).
§ Waktu Indosesia Tengah (WITA)
meliputi
lokasi Kalimanatan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Timor Timur
(sudah desintegrasi), dan Sulawesi. Waktu didaerah berikut mempunyai perbedaan
8 jam (lebih awal) bersama Greenwich Mean Time (GMT).
§ Waktu Indosesia Timur (WIT)
meliputi
lokasi Maluku dan Irian Jaya (sekarang udah berubah nama jadi Papua). Waktu
didaerah berikut mempunyai perbedaan 9 jam (lebih awal) bersama Greenwich Mean
Time (GMT).
Berdasarkan bagian pas diatas, bisa kita tarik
kesimpulan bahwa perbedaan waktu antara WIB dan WITA adalah 1 jam, WITA dan WIT
adalah 1 jam, dan WIB dan WIT adalah 2 jam. Jadi misalkan kalau di Bandung
menunjukan pukul 07.00 WIB, berarti di Manado pukul 08.00 WIB dan di Merauke
pukul 09.00 WIT.
- Keuntungan Letak Astronomis
cdni.condenast.co.uk
Berikut beberapa keuntungan yang didapatkan
Indonesia berdasarkan letak astronomisnya.
§ Tidak Memiliki Iklim Musim Dingin
Musim dingin di beberapa negara lain akan terasa
sungguh-sungguh merepotkan. Sebab ketika musim dingin tiba tentunya membutuhkan
persiapan ekstra tak cuma dari baju saja namun juga dari persediaan makanan.
Kebetulan Indonesia berada di iklim tropis yang mana cuma ada 2 musim adalah
hujan dan kemarau.
§ Memiliki Suhu yang Relatif Hangat
Sebab berada di dekat dengan garis khatulistiwa,
Indonesia mempunyai temperatur yang cenderung hangat sampai panas. Namun
walaupun demikian Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang lebat sehingga
hawa panas tak akan terlalu terasa.
§ Memiliki Curah Hujan Tinggi
Dengan tingkat curah hujan yang tinggi, karenanya
hampir seluruh tumbuhan yang ada dapat ditanam di Indonesia. Ditambah lagi
Indonesia mempunyai banyak vulkanik yang mana hasil dari letusan gunung hal
yang demikian di masa lampu cakap menyuburkan seluruh tanah yang ada.
§ Terdapat Banyak Hutan Tropis
Sebab berada di iklim tropis, Indonesia memiliki
banyak sekali hutan hujan tropis. Malah hutan yang ada di Indonesia menjadi
hutan yang sungguh-sungguh berakibat kedua sesudah hutan Amazon dalam menyuplai
gas O2 di bumi.
§ Flora dan Fauna yang Beraneka Ragam
Profit berada di Indonesia dengan letak astronomis
yang strategis ialah membikin Indonesia menjadi daerah atau habitat banyak
sekali binatang ataupun tumbuhan. Tentu ini membikin Indonesia mempunyai
keragaman flora dan fauna. Iklim tropis juga menjadi daerah yang paling nyaman
bagi binatang untuk menetap dan bertahan hidup.
§ Menjadi Tempat Wisata Turis Mancanegara
Bagi mereka yang berada di negara subtropis, sekali-sekali mereka
berkeinginan menikmati berada di negara yang mempunyai iklim tropis. Nah,
kebetulan Indonesia mempunyai iklim tropis dan juga memiliki banyak sekali
destinasi tamasya yang cakap memanjakan para pelancong asing.
Letak Astronomis
- Pengaruh Letak Astronomis Indonesia
- Keuntungan Letak Astronomis
§ Tidak Memiliki Iklim Musim Dingin
Musim dingin di beberapa negara lain akan terasa
sungguh-sungguh merepotkan. Sebab ketika musim dingin tiba tentunya membutuhkan
persiapan ekstra tak cuma dari baju saja namun juga dari persediaan makanan.
Kebetulan Indonesia berada di iklim tropis yang mana cuma ada 2 musim adalah
hujan dan kemarau.
§ Memiliki Suhu yang Relatif Hangat
Sebab berada di dekat dengan garis khatulistiwa,
Indonesia mempunyai temperatur yang cenderung hangat sampai panas. Namun
walaupun demikian Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang lebat sehingga
hawa panas tak akan terlalu terasa.
§ Memiliki Curah Hujan Tinggi
Dengan tingkat curah hujan yang tinggi, karenanya
hampir seluruh tumbuhan yang ada dapat ditanam di Indonesia. Ditambah lagi
Indonesia mempunyai banyak vulkanik yang mana hasil dari letusan gunung hal
yang demikian di masa lampu cakap menyuburkan seluruh tanah yang ada.
§ Terdapat Banyak Hutan Tropis
Sebab berada di iklim tropis, Indonesia memiliki
banyak sekali hutan hujan tropis. Malah hutan yang ada di Indonesia menjadi
hutan yang sungguh-sungguh berakibat kedua sesudah hutan Amazon dalam menyuplai
gas O2 di bumi.
§ Flora dan Fauna yang Beraneka Ragam
Profit berada di Indonesia dengan letak astronomis
yang strategis ialah membikin Indonesia menjadi daerah atau habitat banyak
sekali binatang ataupun tumbuhan. Tentu ini membikin Indonesia mempunyai
keragaman flora dan fauna. Iklim tropis juga menjadi daerah yang paling nyaman
bagi binatang untuk menetap dan bertahan hidup.
§ Menjadi Tempat Wisata Turis Mancanegara
Bagi mereka yang berada di negara subtropis, sekali-sekali mereka
berkeinginan menikmati berada di negara yang mempunyai iklim tropis. Nah,
kebetulan Indonesia mempunyai iklim tropis dan juga memiliki banyak sekali
destinasi tamasya yang cakap memanjakan para pelancong asing.
Letak Geografis
Letak Geografis Indonesia Dalam Peta Dunia
Pada umumnya, posisi
geografis Indonesia ada di antara dua samudera dan dua benua. Berikut akan
dijelaskan secara mendetail letak geografis Indonesia.
1. Terletak di Antara Benua Asia dan Benua Australia
freeworldmaps.net
Menurut
posisi geografisnya, maka Indonesia ada di antara 2 benua di dunia yakni benua
Asia dan Benua Australia.
Posisi
tersebut tentunya menguntungkan Indonesia sebab dapat terbentuknya lalu lintas
perdagangan dunia. Tidak sekedar pada segi perdagangan saja, situasi tersebut
pula dapat mempengaruhi kondisi iklim serta cuaca di Indonesia.
Dengan
terapit antara 2 benua tersebut faktanya dapat terjadi pengaruh kepada kondisi
alam sekeliling yakni menyebabkan wilayah Indonesia kebanyakan beriklim laut.
Hal dengan demikian
lantaran Indonesia terbagi atas sejumlah kepulauan dan mempunyai wilayah laut
uang luas, dengan demikian memperoleh pengaruh dari angin laut dan memunculkan
hujan.
2. Terletak diantara Samudra asifik dan Hindia
vidiani.com
Disamping
terapit dua benua, indonesia juga terapit oleh 2 samudera yang paling luas di
Asia yakni Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Yang mana kondisi tersebut
menyebabkan adanya 2 macam musim di Indonesia yakni musim penghujan dan musim
kemarau.
Pada biasanya
terjadinya musim penghujan di Indonesia berlangsung antara bulan Oktober sampai
April dengan ditandainya berhembusnya Angin Musim Barat Daya, sementara musim
kemarau terjadi dalam kurun antara April sampai Oktober dengan adanya indikasi
munculnya Angin Musim Timur Laut.
Perlu diperhatikan juga kalau penentuan waktu
berlangsungnya musim penghujan dan musim panas di Indonesia kadang kadang momen
penggantiannya susah untuk diprediksi, maka sering datang musim yang biasanya
disebut dengan musim pancaroba.
Musim
Pancaroba tersebut adalah musim pergantian yang bisa menyebabkan kondisi
sekeliling sekaligus juga dapat memberikan efek terhadap kesehatan manusia.
Letak Geologis
Letak Geologis Indonesia
Letak Geologis Indonesia
Letak geologis Indonesia juga
cukup strategis. Secara geologis, Indonesia adalah negara yang terletak di
antara beberapa lempengan bumi dan beberapa dangkalan laut.Hal ini menyebabkan
kondisi geografis Indonesia berbeda-beda di tiap wilayahnya. Daerah Indonesia
bagian barat dilalui oleh deretan Pegunungan Muda Mediterania, yang merupakan
rangkaian dari Pegunungan Himalaya dengan sifat basa. Sedangkan daerah
Indonesia bagian tengah dan timur dilewati oleh deretan pegununganSerkum
Pasifik yang cenderung bersifat asam.
Letak geologis Indonesia
ditandai dengan tiga hal berikut :
·
Indonesia dilalui oleh dua rangkaian pegunungan
besar dunia. Yaitu rangkain sirkum mediterania dan sirkum pasifik.
·
Indonesia berada di titik pertemuan tiga
lempeng litosfer, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan Lempeng
Pasifik.
·
Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan,
yaitu dangkalan sunda, dangkalan sahul dan daerah laut pertengahan Australia
Asiatis.
Kondisi geologis Indonesia
yang memiliki banyak gunung api ini memiliki dampak positif maupun negatif.
Selain menyebabkan tanah di Indonesia memiliki tingkat kesuburan yang tinggi,
hal ini juga menyebabkan sering terjadi bencana alam yang disebakan peristiwa
vulkanik. Misalnya gempa bumi,
letusan gunung api, sampai tsunami.
Dilihat dari segi jalur
pegunungan yang melalui wilayah Indonesia, kepulauan Indonesia dilalui oleh dua
jalur pegunungan besar. Yaitu sirkum mediterania yang aktif di bagian barat dan
Sirkum Pasifik yang terdiri dari rangkaian gunung api tua di bagian timur.
Rangkaian sirkum Mediterania terdiri dari pegunungan muda yang masih aktif
menyebabkan di wilayah barat Indonesia banyak terdapat gunung api yang masih
aktif. Sedangkan di wilayah timur kebanyakan gunung apinya sudah tidak aktif
lagi. Karena terdiri dari pegunungan yang sudah tua dari sirkum Pasifik.
Indonesia juga merupakan
pertemuan dari tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia,
Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan
Lempeng Eurasia di lepas pantai Jawa, Sumatra dan Nusa Tenggara. Dan
bertabrakan dengan lempeng pasifik di daerah Maluku dan Papua. Di daerah
pertemuan lempeng ini sering terjadi gempa bumi, tsunami dan tanah longsor. Hal
ini disebabkan oleh akumulasi energi yang tak sanggup tertahan sehingga lepas
menjadi bencana alam.
Secara geologis, Indonesia terdiri atas
tiga daerah dangkalan. Dangkalan adalah lautan dangkal yang menghubungkan dua
daratan besar.angkalan yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :
· Dangkalan Sunda yang menghubungkan wilayah
Indonesia bagian barat dengan benua Asia.
· Dangkalan Sahul yang menghubungkan wilayah
Indonesia bagian timur dengan benua Australia.
· Daerah laut pertengahan Australia-Astis, yaitu
daerah yang terletak di wilayah tengah diantara dangkalan sunda dan dangkalan
Sahul.
Dangkalan-dangkalan ini
mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia. Wilayah barat yang
dilalui dangkalan sunda memiliki keanekaragaman hayati yang mirip dengan benua
Asia. Sedangkan keanekaragaman
flora di Indonesiabagian timur yanag dilalui Dangkalan Sahul
memiliki kemiripan dengan benua Australia. Sedangkan di wilayah tengah yang
disebut Austalia-Asiatis memiliki flora dan fauna yang khas, tidak sama dengan
Asia maupun Australia.
Pengaruh
Letak Geologis Indonesia
Peristiwa tektonik yang cukup
aktif selain berpotensi menimbulkan bencana alam, juga menguntungkan bagi
Indonesia dengan banyak terbentuknya Sedimentary
Basin (cekungan sedimen). Cekungan ini menampung sedimen yang
selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon yang
menyimpan kandungan minyak bumi di dalamnya.
Pengaruh letak geologis Indonesia
terhadap kondisi tanah dan penampakan alam adalah sebagai berikut :
1. Kepulauan Indonesia memiliki banyak gunung api
yang aktif. terutama di wilayah barat. Hal ini disebabkan oleh
wilayah barat dilalui oleh rangkaian sirkum pegunungan mediterania. Sirkum
mediterania terdiri dari rangkaian pegunungan api yang masih muda, sehingga
lebih berpotensi untuk aktif.
2. Laut di Indonesia bagian barat merupakan laut
dalam. Sedangkan wilayah tengah dan timur terdiri dari lautan yang dangkal. Hal
ini dipengaruhi oleh kondisi geologis Indonesia yang dilalui oleh dangkalan
Sunda dan Dangkalan Sahul. Selain itu juga terdapat wilayah di Indonesia yang
terletak diantara dua dangkalan tersebut (Australia-Asiatis).
3. Wilayah Indonesia menyimpan banyak tambang dan
mineral seperti emas, perak dan besi. Hal ini
dikarenakan banyak terdapat cekungan sedimen (sedimentary basin) yang
disebabkan aktifitas tektonik di wilayah Indonesia. Cekungan sedimen
mengakomodasikan sedimen yang dapat berubah menjadi batuan lain. Hal ini
menyebabkan terjadinya endapan mineral.
4. Wilayah Indonesia termasuk daerah “rawan
bencana”. Di Indonesia sering terjadi gempa bumi tektonik
ataupun gempa bumi vulkanik yang disebabkan aktivitas geologis.
5. Pegunungan di Indonesia merupakan
rangkaian dari pegunungan muda sirkum mediterania (wilayah barat) dan sirkum
pasifik di wilayah timur.
6. Di Indonesia terdapat banyak jenis tanah
untuk pertanian dan perkebunan. Hal ini juga
disebabkan oleh aktivitas gunung merapi yang menghasilkan tanah vulkanik. Tanah
vulkanik mengandung banyak unsur hara yang menjadi indikator kesuburan tanah.
7.
Indonesia memiliki keanekaragaman
hayati yang tinggi, baik flora maupun
faunanya. Bahkan di Indonesia juga terdapat banyak flora dan fauna endemik yang
menjadi flora dan fauna ynag dilindungi. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh
dua dangkalan yang melalui wilayah Indonesia.
8.
Sering muncul gunung api di tengah laut. Terutama
di wilayah barat Indonesia yang dilalui sirkum Mediterania. Gunung api muda
yang masih aktif ini juga terdapat di tengah laut dan terus “berkembang”.
2. Batas Wilayah Indonesia
Secara geografis atau letaknya di permukaan bumi,
negara Indonesia memiliki batas-batas wilayah yang menjadi patokan seberapa
luas wilayah negara kita. Adapun batas-batas wilayah secara geografis tersebut
adalah sebagai berikut.
- Bagian Barat Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia.
- Bagian Timur Indonesia
berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Irian Jaya (Papua).
- Bagian Utara Indonesia
berbatasan dengan Samudera Pasifik, Selat
Malaka, Laut Andaman, Laut Cina Selatan dan Malaysia Timur.
- Bagian
Selatan Indonesia berbatasan dengan Benua Australia, Laut Timor Timur, Samudera Hindia dan Laut Arafura.
Batas Wilayah Indonesia
Ada berbagai batas-batas wilayah di Indonesia dengan negara
tetangga. Batas ini mencakup batas darat dan laut, berikut ini semua
batas-batas wilayah negara Indonesia dari berbagai arah mata angin :
1. Batas wilayah Negara Indonesia bagian utara
![]() |
Batas Wilayah Indonesia bagian Utara |
Di pulau Kalimantan berbatasan langsung dengan Malaysia (Malaysia bagian timur) dan berarti Malaysia ini berbatasan dengan batas wilayah darat Indonesia.
Kalau batas lautnya mencakup lima negara yaitu : Malaysia,
Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina.
2. Batas wilayah Negara Indonesia bagian timur
![]() |
Batas wilayah Indonesia di bagian Timur |
Di bagian timur Indonesia, ada pulau Papua. Di wilayah timur ini, Papua berbatasan langsung dengan daratan Papua Nugini dan perairan Samudra PasifiBatas wilayah Indonesia bagian timur di papua
Dari kesepakatan tersebut, maka disepakati kalau batas wilayah
Indonesia di sebelah Timur yakni Provinsi Papua yang berbatasan dengan wilayah
Papua Nugini sebelah barat : Provinsi Barat (Fly), Provinsi Sepik Barat
(Sandaun).
3. Batas wilayah Negara Indonesia bagian
selatan
![]() |
Batas wilayah Indonesia di bagian selatan |
Kemudian kita lari ke sebelah selatan Indonesia. Untuk batas darat Indonesia, Indonesia berbatasan langsung dengan Timor Leste. Untuk batas lautnya, ada Perairan Australia dan Samudera Hinda.
Sebelum tahun 1999, Timor Leste sempat menjadi wilayah Indonesia
yang disebut Provinsi Timor Timur. Namun akhirnya pada tahun 1999 ia memisahkan
diri dari Indonesia untuk menjadi negara sendiri.
4. Batas wilayah Negara Indonesia bagian barat
![]() |
Batas wilayah Indonesia bagian barat |
Lanjut berlari ke barat, Indonesia berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan Perairan Negara India.
Gak ada batas darat. Secara geografis daratan Indonesia terpisah
jauh dengan daratan India, tapi keduanya memiliki batas wilayah pulau dimana
ada titik tertentu di sekitar Samudera Hindia dan Laut Andaman. Pulau tersebut
ialah Pulau Ronde (di Aceh) dan Pulau Nicobar (di India).
3. Luas Wilayah Indonesia
Bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan
Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Luhut mendorong pemetaan rinci
mengenai pulau, terutama pulau-pulau terluar Indonesia. Data ini teramat
penting karena banyak ahli yang menyebut laut Indonesia masih banyak menyimpan
berbagai potensi sumber daya alam.
"Ada negara Eropa yang mengajak kita kerja
sama untuk mengelola 'sea bed mining', ada perusahaan Jepang yang ingin bekerja
sama untuk 'drilling' di Natuna, tapi mereka minta jaminan keamanan. Saya
katakan ke mereka, ini zona ekonomi eksklusif (ZEE) kita dan kita juga harus
memperkuat aparat penegak hukum kita di laut," beber Luhut.
Seperti apa Rujukan Nasional Data Kewilayahan Republik Indonesia:
Seperti apa Rujukan Nasional Data Kewilayahan Republik Indonesia:
1.
Luas perairan
pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km persegi;
2.
Luas laut
teritorial Indonesia adalah 290.000 km persegi;
3.
Luas zona
tambahan Indonesia adalah 270.000 km persegi;
4.
Luas zona
ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km persegi;
5.
Luas landas
kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km persegi;
6.
Luas total
perairan Indonesia adalah 6.400.000 km persegi;
7.
Luas NKRI
(darat + perairan) adalah 8.300.000 km persegi;
8.
Panjang garis
pantai Indonesia adalah 108.000 km;
9. Jumlah pulau
di Indonesia kurang lebih 17.504, dan yang sudah dibakukan dan
disubmisi ke PBB
adalah sejumlah 16.056 pulau.
Data ini dikerjakan secara maraton sejak 8/08/2018 oleh Badan Informasi
Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan
Laut. Lalu dirampungkan melalui sebuah kajian teknis dengan menggunakan data
terbaik yang tersedia dan dengan metode teknis mutakhir. Dan ini menjadi angka
kewilayahan rujukan resmi yang bisa dipakai secara nasional.
![]() |
Luas wilayah Indonesia 8/08/2018, oleh BIG |
4. Karakteristik Wilayah Perairan di Indonesia
Letak Indonesia yang berada di pertemuan dua samudera membuat lautan
Indonesia mejadi pertemuan dua arus lautan. Sementara lokasi Indonesia yang
berada di khatulistiwa membuat Indonesia menerima sinar matahari yang banyak,
yang mendukung tumbuhnya plankton. Ini membuat lautan Indonesia kaya akan
keangekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati ini terlihat di banyaknya terumbu
karang di lautan Indonesia seperti di Derawan, Nusa Penida, Bunake,
Takabonerate, Wakatobi dan Raja Ampat
Karakteristik di wilayah perairan
merupakan bagian dari permukaan bumi yang digenangi air.Wilayah Indonesia
memiliki perairan yang sangat luas yaitu dua pertiga bagian dari keseluruhan
luas wilayah negara.
Karakteristik yang termasuk dalam wilayah perairan:
1. Danau
Danau
merupakan permukaan bumi berupa cekungan di darat yang sangat luas dan
digenangi oleh air yang dikelilingi daratan.Danau yang terbentuk berasal dari
letusan gunung berapi yang biasa disebut sebagai danau vulkanik.Danau tektonik
yaitu danau yang terbentuk disebabkan adanya pergeseran muka bumi. Dan danau buatan yaitu danau yang
sengaja dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai dan danau
buatan biasanya sering disebut sebagai waduk. Serta danau alam merupakan danau
yang terbentuk oleh peristiwa alam yaitu diantara letusan gunung api, pelarutan
batuan kapur oleh air hujan dan gerakan kulit bumi. Danau dimanfaatkan sebagai
tempat pengairan sawah, tempat memelihara dan penangkapan ikan, tempat
persediaan air, dan objek wisata.
2. Sungai
Sungai merupakan bagian dari
permukaan bumi yang rendah dan aliran air yang mengalir dari dataran tinggi
menuju dataran rendah dan bermuara di laut.Sungai pada bagian awal berukuran
kecil yang bermula dari daerah pegunungan.Sedangkan yang mengalir ke tempat
yang lebih rendah akhirnya bermuara di danau/laut.Semakin dekat ke arah laut,
maka semakin melebar.Sungai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat
memelihara ikan dan digunakan untuk irigasi mengairi sawah.
Selain itu, sebagai sarana
transportasi yang menghubungkan antar daerah, sumber tenaga listrik, perikanan,
olahraga, dan rekreasi serta digunakan untuk pengangkutan kayu hasil penebangan
dan pasar terapung.
3. Laut
Laut merupakan bagian permukaan
bumi yang luas, digenangi air yang dalam dan paling rendah. Laut menghubungkan
antar pulau yang satu dengan pulau lainnya.Wilayah Indonesia sekitar dua
pertiganya merupakan lautan, namun kondisinya kurang terjaga sehingga mudah
mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara tetangga.Untuk landas
kontinen negara kita berhak atas segala kekayaan alam yang terdapat di laut
sampai dengan kedalaman 200 meter.
Batas laut teritorial sejauh 12
mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut zona ekonomi ekslusif (ZEE)
sejauh 200 mil dari garis dasar laut.Kedalaman laut di wilayah Indonesia
berbeda-beda, ada yang dalam maupun dangkal. Biasanya mencapai 1.000 meter atau
lebih.Air laut rasanya asin karena mengandung garam. Di dalam laut terdapat
banyak kehidupan antara lain tumbuhan laut, kerang dan beragam jenis
ikan yang dapat diolah menjadi makanan dan obat-obatan.
Beberapa manfaat laut bagi manusia adalah:
· Tempat
rekreasi dan hiburan
· Tempat
hidup sumber makanan kita, seperti ikan, cumi-cumi, rumput laut, dll.
· Pembangkit
listrik tenaga ombak, pasang surut, angin, dsb.
· Tempat
budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laut, dll.
· Tempat
barang tambang berada, misalnya tambang minyak bumi lepas pantai.
· Salah
satu sumber air minum (tetapi harus melalui proses desalinasi dahulu)
· Sebagai
jalur transportasi air
· Sebagai
tempat cadangan air bumi
· Sebagai
objek riset penelitian dan pendidikan
· Laut
merupakan penyumbang terjadinya hujan dan pengatur iklim
· Air
laut dapat diolah menjadi garam
4. Rawa
Rawa adalah tanah yg rendah
(umumnya di daerah pantai) dan digenangi air, biasanya banyak terdapat tumbuhan
air.Rawa terbentuk secara alami, genangannya dapat bersifat musiman ataupun
permanen dan ditumbuhi oleh tumbuhan.Indonesia memiliki lebih dari 23 juta ha
rawa.
5. Teluk
Teluk adalah tubuh perairan yang
menjorok ke daratan dan dibatasi oleh daratan pada ketiga sisinya. Oleh karena
letaknya yang strategis, teluk banyak dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
Teluk adalah kebalikan dari
tanjung, dan biasanya keduanya dapat ditemukan pada suatu garis pantai yang
sama. Karena Indonesia memiliki puluhan ribu pulau, maka di Indonesia banyak
sekali terdapat teluk.Teluk adalah laut yang menjorok ke darat. Teluk
kebalikan dengan tanjung.
6. Selat
Selat merupakan perairan/laut
sempit yang berada di antara dua pulau.Kedalamannya berkisar antara 200-1.000
meter.Negara Indonesia dikenal sebagai Negara Maritim karena memiliki wilayah
laut yang terbentang luas.Letak Indonesia yang dibatasi oleh lautan yang
menjadi jarak antara pulau yang satu dengan lainnya.Selat dimanfaatkan sebagai
jalur angkutan antar pulau.Alat angkutan yang biasa digunakan adalah kapal feri
yang termasuk kapal penumpang.
7. Samudera
Merupakan perairan yang luasnya
melebihi luas laut dan memiliki kedalaman lebih dari 1.000 meter.Wilayah
Indonesia diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera
Hindia.Manfaat samudera menyebabkan iklim yang menguntungkan yaitu tidak
terlalu panas pada siang hari dan tidak terlalu dingin pada malam hari.
5. Karakteristik Wilayah Daratan di Indonesia
Karakteristik
topografi di daratan terjadi karena adanya tumbukan lempeng, Akibat hasil
tumbukan lempeng tersebut di antaranya :
a) Adanya
jalur pegunungan yang merupakan kelanjutkan dari pegunungan dunia yaitu, Sirkum
Mediterania dan Sirkum Pasifik
b) Membentuk
rangkaian kepulauan di sebelah barat Pulau Sumatra seperti Pulau Simeulue,
Pulau nias, Pulau Siberut, dan Pulau Enggano
c) Membentuk
daratan dari hasil proses pengangkatan dasar laut, seperti Pegunungan
Jayawijaya di Papua, Maros di Sulawesi Selatam, Pegunungan Sewu di Yogyakarta,
dan padalarang di Jawa Barat.
d) Membentuk
jalur-jalur patahan yang sangat berpotensi terjadinya bencana gempa bumi.
e) Zona
tumbukan lempeng tektonik juga membentuk jalur gunung api aktif. Hal ini
berpotensi bencana sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Karakteristik yang masuk dalam
wilayah daratan:
1.Dataran tinggi
Dataran tinggi (disebut juga plateau
atau plato) adalah dataran yang luas terletak pada ketinggian 300-600
meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi berada di daerah pegunungan atau
dikelilingi oleh bukit-bukit sehingga udaranya sangat dingin dan segar.Dataran
tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi.
Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang tertimbun
material dari lereng gunung sekitarnya.Daerah pada
dataran tinggi memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan yang indah sehingga
menyebabkan banyak orang mendirikan rumah-rumah atau vila sebagai tempat
istirahat.Selain itu, dataran tinggi banyak dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan
seperti teh, kopi, bunga, sayuran dan sebagainya serta sebagai tempat
pariwisata dan tempat peristirahatan.
2. Dataran rendah
Dataran rendah merupakan wilayah
dataran yang relatif datar, luas dan memiliki ketinggian kurang dari 200 meter
di atas permukaan laut. Di Indonesia daerah dataran rendah merupakan
daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam.
Lokasi yang datar,
menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin.Pembangunan
jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan saran transportasi ini telah
mendorong daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi penduduk.Kemudahan
transportasi dan banyaknya pusat-pusat kegiatan di daerah dataran rendah
menarik penduduk untuk menetap disana.Oleh karena, itu penduduknya semakin
bertambah dan kebutuhan tempat tinggal serta tempat usaha juga
meningkat.Lahan-lahan seperti sawah dan hutan sebagai penyangga keseimbangan
alam semakin berkurang digantikan oleh tumbuhnya bangunan bertingkat.Hal ini
banyak menimbulkan permasalahan, seperti daerah resapan air berkurang yang
mengakibatkan banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim
kemarau.Pada umumnya, daerah dataran rendah terdapat banyak aliran sungai dan
keadaan udaranya panas.Dataran rendah di wilayah Indonesia membentang luas di
sepanjang Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Bali, Papua, Nusa
Tenggara serta pulau-pulau kecil.
Penduduk kota yang
menetap di dataran rendah memanfaatkan daerahnya sebagai tempat tinggal.
Dataran rendah dimanfaatkan sebagai tempat perkebunan tebu atau kelapa, lahan
pertanian, industri dan pemukiman.Contohnya:
1. Pegunungan
2. Gunung
3. Pantai
4. Tanjung
5. Delta
6. Perkembangan Transportasi dan Perdagangan Internasional di Indonesia
§
Sejarah Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di
Indonesia
TRANSPORTASI AIR
Berawal
dari pelayaran pada masa Kerajaan Bahari (Sriwijaya) dan Majapahit yg dilakukan
oleh Laksamana Cheng Ho, pelayaran Portugis-Spanyol, dan pelayaran VOC pada
abad ke-16, Laksamana Cheng Ho melakukan pelayaran dari Tiongkok ke Samudra
Hindia melewati Kep. Indonesia Bagian Barat, sampai ke Timur Tengah dan Pantai
Timur Afrika dengan tujuan ekspedisi laut yg banyak menginspirasi dlm pelayaran
Spanyol dan Portugis dlm bidang perkapalan.
Pelayaran
Cheng Ho di Nusantara diawali Kerajaan Samudra Pasai, dan dilanjutkan ke
Pelabuhan Palembang, P.Bangka, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Pelabuhan Muara
Jati. Ia memimpin armada perdagangan dan menyebarkan agama islam di Nusantara,
Malaysia, dan Brunei.
![]() |
Jalur pelayaran Portugis, Belanda, dan Spanyol |
Sementara
VOC berhasil merebut pelabuhan dan melakukan monopoli perdagangan serta
melarang pribumi melakukan pelayaran di Perairan Nusantara, VOC mendominasi
dunia maritim Nusantara selama ±2 abad.
Di
Indonesia, sebagai negara bahari, perahu dan kapal merupakan alat transportasi
dan komunikasi penting sejak awal peradaban Nusantara. Tak heran, alat
transportasi yang paling banyak ragamnya di Indonesia adalah perahu dan kapal.
Setiap daerah berpantai di Indonesia memiliki jenis perahu tradisional dengan
bentuk dan ornamen khas. Misalnya, Pinisi dari Makasar, Sope dari Jakarta, Alut
Pasa dari Kalimantan Timur, Lancang Kuning dari Riau, Gelati dari Perairan
Bali, dan Kora-kora dari Maluku.
Di
beberapa daerah di Indonesia, misalnya Kalimantan, jalur penghubung utama
antarwilayah adalah sungai. Transportasi utama yang banyak digunakan adalah
perahu. Mulai dari perahu kecil yang disebut kelotok atau ketingting yang bisa
memuat 10 penumpang, hingga bus air berupa perahu panjang (long boat) yang bisa
mengangkut puluhan penumpang.
· TRANSPORTASI
DARAT
Dalam
bidang perhubungan darat, peranan jalan raya sebagai media lalu-lintas semakin
penting. Untuk itu, pemerintah telah mengarahkan pembangunan transportasi pada
upaya rehabilitasi dan pemeliharaan jalan raya yang sudah ada. Pembangunan
jalan raya yang baru dilakukan untuk membuka daerah-daerah yang terisolasi guna
menghubungkan ke pusat-pusat industri di berbagai daerah di seluruh wilayah
Indonesia.
Sampai
tahun 1988 jalan raya yang sudah dibangun pemerintah sudah mencapai sepanjang
42.982 km. Selama tahun 1990-an perhatian difokuskan pada pembangunan jalan
raya di daerah-daerah pusat produksi dan jalan raya yang menghubungkan ke
daerah-daerah tempat pemasaran hasil industri. Pada tahun 1993/1994, 152 km
jalan raya di bangun di wilayah Irian Jaya (Papua), di daerah Sulawesi
sepanjang 46 km, di daerah Kalimantan sepanjang 248 km, dan di daerah Maluku
sepanjang 23 km.
Pembangunan
sarana angkutan juga dilakukan dengan menggunakan kereta api. Pembanguan jalur
kereta api pertama di Indonesia yang dibangun pada masa colonial Belanda,
terdapat di Pulau Jawa. Jalur rel yang dibangun untuk pertama kali itu
menghubungkan Desa Kamijen dengan Desa Tanjung ( Semarang Jawa Tengah
)sepanjang 25 kilometer. Pembangunan rel kereta api ini ditandai dengan
pencangkulan pertama oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet
van Den Beele ( 17 Juni 1864 ).
Pembangunan
jalur rel kereta api ini merupakan prakarsa dari perusahaan kereta api Hindia
Belanda, Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorwe Maatschappij ( NV
NISM )yang dipimpin oleh Ir. J. p. de Bordes. Jalur kereta api ini dibuka untuk
umum tanggal 10 Agustus 1867. Jalur kereta api yang pertama dilanjutkan hingga
sampai Yogyakarta dan Solo. Keberhasilan pembangunan jalur kereta api di Pulau
Jawa ini, dilanjutkan pada daerah-daerah lainnya di Indonesia, seperti
pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumatera dan Sulawesi, namun di
Pulau Kalimantan belum berhasil dibangun jalur kereta api.
Di
Sumatera, pembangunan jalur kereta api dilakukan di Sumatera Selatan (1914),
Sumatera barat(1891), Sumatera Utara (1886), Aceh (1874). Pada Tahun 1922 di
Sulawesi Selatan juga telah di bangun jalur kereta api sepanjang 47 kilometer
yang menghubungkan Makasar dengan Takalar. Jalur Makassar-Takalarini mulai
dioprasikan tanggal 1 Juli 1923. Selanjutnya dibangun jalur Makassar-Maros
(namun belum selesai). Sementara itu, di Pulau Kalimantan belum sempat dibangun
jalur kereta api, tetapi studi kelayakan telah dilakukan sepanjang 22 kilometer
antar Pontianak-Sambas. Hingga tahun 1939, jalur kereta api yang telah dibangun
oleh pemerintah Hindia Belanda di Indonesia mencapai panjang 6.811. Namun
hingga tahun 1950, jalur kereta api itu menyusut menjadi 5.910 kilometer.
Penyusutan ini terjadi lebih dari 901 kilometer jalur kereta api itu
hilang. Hilangnya jalur kereta api ini diduga dibongkar oleh pasukan Jepang dan
diangkut ke Myanmar untuk pembangunan jalur kereta api di sana. Pada masa
pendudukan Jepang, pembangunan jalur kereta api dilakukan antara bayah-Cikara
(Banten) sepanjang 83 kilometer, kemudian dilakukan pembangunan jalur
Muaro-Pakanbaru sepanjang 22 kilometer. Pembangunan jalur kereta api yang
dilakukan pada masa kedudukan Jepang ini mengerahkan tenaga romusha atau
pekerja paksa dan banyak menelan korban.
Setelah
Indonesia merdeka (17 agustus 1945), karyawan kereta api yang tergabung dalam
Angkatan Moeda Kereta Api ( AMKS )mengambil-alih perusahaan perkeretaapian dari
pihak Jepang. Peristiwa bersejarah ini terjadi tanggal 28 September 1945 dan
kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. Hari pentingdengan
pembentukan Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).
Sejak Indonesia
merdeka, perkembangan perkeretaapian di Indonesia semakin bertambah pesat,
walaupun telah berkali-kali mengalami perubahan nama perusahaan yang mengolanya
seperti menjadi Perusahaan Negara kereta api (PNKA, 25 Mei 1963),selanjutnya
menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA, 15 September 1971), dan tanggal 2
Januari diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Kereta Api ( PERUMKA ).
Untuk
mempersingkat waktu dan mempercepat jarak tempuh, maka Perumka dengan
persetujuan pemerintak Republik Indonesia mengoperasikan kereta cepat. Oleh
karena itu, pada bulan Agustus 1995 penggunakan kereta api cepat yang dinamakan
Argo Bromodan Argo Gede telah diresmikan oleh Presiden Soeharto. Untuk
menanggapi kebutuhan akan kereta api yang semakin tinggi, Perumka yang pada
tanggal 1 Juni 1999 menjadi PT (Persero) Kereta Api Indonesia meluncurkan
kereta api penumpang yang baru sperti Dwipangga, Mahesa, dan Sancaka.
Di Pulau
Jawa, yang menjadi pusat perkembangan peradaban Nusantara sejak abad ke-4,
jalur perhubungan yang berkembang adalah jalur darat. Kuda banyak dipakai untuk
bepergian karena kekuatan dan kecepatannya. Alat transportasi yang berkembang
pun menggunakan jasa kuda, misalnya, kereta kuda yang kemudian berkembang
menjadi andong atau delman. Sedangkan untuk mengangkut barang, selain
menggunakan jasa kuda, juga ada pedati yang ditarik sapi atau kerbau.
Awal
masuknya transportasi darat modern di Indonesia dimulai pada masa pendudukan
Belanda, di pusat pemerintahannya saat itu yang berada di Batavia atau Jakarta.
Pemerintah Belanda membangun jalur kereta api dengan rute Batavia-Buitenzorg
(Bogor), tahun 1873. Sedangkan alat transportasi yang digunakan di dalam kota
adalah trem yang digerakkan oleh mesin uap. Trem merupakan angkutan massal
pertama yang ada di Jakarta. Pada 1910, Jakarta sudah mempunyai jaringan trem.
Tahun 1960-an, Presiden Sukarno memerintahkan penghapusan trem karena dianggap
tidak cocok lagi untuk kota sebesar Jakarta. Trem pun digantikan bus-bus besar.
Untuk
transportasi jarak dekat, ada oplet dan becak. Ada pula bemo yang mulai dipakai
sejak tahun 1962. Tahun 1970-an, muncul helicak dan bajaj. Meski sudah dilarang
beroperasi, kita masih bisa menemukan beberapa jenis alat transportasi ini.
Saat ini, alat transportasi darat yang biasa dimanfaatkan masyarakat adalah bus
dan kereta listrik. Pemerintah pun berusaha mengembangkan transportasi massal
yang modern dan murah seperti bus TransJakarta.
Di masa
depan, rencananya, akan ada monorel yang lebih cepat dan canggih. Meski sarana
transportasi sudah semakin canggih, alat transportasi tradisional seperti
andong atau delman masih banyak kita temui. Misalnya, di Yogyakarta.
· TRANSPORTASI
UDARA
Sejarah
transportasi udara di Indonesia terkait dengan sejarah kemerdekaan. Untuk
kemudahan transportasi, pada 1948, mantan presiden Soekarno membeli dua pesawat
tipe DC-3 dari Singapura. Pembelian pesawat tersebut didanai para pengusaha
asal Aceh. Wilayah Aceh kala itu merupakan bagian Indonesia yang belum
tersentuh Belanda.
Sebagai
bentuk penghargaan kepada Aceh, dua pesawat tersebut dinamai RI-001 Seulawah
Agam dan RI-002 Seulawah Inong. Pesawat tersebut melakukan penerbangan pertama
pada 26 Januari 1949 dengan rute penerbangan Calcutta-Rangoon. Kedua pesawat
tersebut menjadi cikal bakal perusahaan penerbangan pertama tanah air yaitu
Garuda Indonesia.Industri penerbangan nasional dirintis tahun 1946 di
Yogyakarta oleh tim Angkatan Udara Republik Indonesia yang dipelopori Wiweko
Soepono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan J. Sumarsono. Salah satu hasil
rancangannya adalah pesawat Si Kumbang yang melakukan penerbangan pertama pada
1 Agustus 1954.
§
Sejarah Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di
Indonesia
Berkaitan dengan jalur perdanggangan dan
distribusi penumpang, saat ini pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan
mengenai pengembangan tol laut. Tol laut adalah kapal laut yang berlayar secara
rutin dan terjadwal yang menghubungkan wilayah Indonesia dari barat sampai ke
timur dna dari utuara dampai ke selatan.
Menurut Prihartono (2015) dalam pengembangan tol laut terdapat konsep
wilayah depan (foreland) dan wilayah dalam
(hinterland). Konsep wilayah ini merupakan koridor ekonomi yang berbasis
maritime dan system logistik untuk mendukung sector perdagangan, bai k dari
dumber daya kelautan maupun dai daratan. Selain itu, koridor ekonomi tersebut
akan mendorong terciptanya pusat-pusat pertumbuhan bari dan pemeraaan ekonomi
di seluruh wilayah Indonesisa.
Konsep wilayah laut menurut Prihartono |
Pada tol laut terdiri atas kapal pelayaran untuk peti kemas dan penumang.
Tol laut untuk peti kemas harus didukung oleh pelabuhan laut yang andal, dari segi kapasitas daya tampung,
data dan system informasi, maupun dokumentasi. Selain itu, harus memperhatikan
kecukupan muatan barang baik dari Indonesia Barat ke Timur maupun sebaliknya.
Tol laut peti kemas harus memiliki pelayaran yang rutin dan terjadwal, baik
rute, ukuran kapal dan waktu pelayaran.Kemudian tol laut untuk peti kemas harus
memiliki akses yan gbaik terhadap daratan, seperti pelabuhan, terminal, sungai
dan kawasa pesisir.
![]() |
Peta pelabuhan yang mendukung tol laut |
Tol laut untuk penumpang harus mencakup transportasi yang terintegrasi antara
transportasi darat dan transportasi laut. Tol laut unutk penumpang diarahkan
untuk destinasi wisata, komerisal dan pelayaran (travelling dan leisure).
Adapun tujuan dari program tol laut Indonesia dunia, yaitu sebagi berikut.
a) Memanfaatkan semaksimal
mungkin kekayaan sumber daya kelautaj dan perikanan unruk kesejahteraan
masyarakat Indonesia.
b) Meningkatkan kesejahteraan
masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini sulit mendapatkan
akses terhadap pembangunan.
c) Memudahkan masyarakat yang
tinggal di daerah pesisir dan kepulauan untuk mengakses kota-kota besar.
d) Memudahan anak-anak yang
tinggal di pulau-pulau kecil dan terpencil untuk bersekolah di kota besar.
e)
Menekan ketimpangan harga
antara Pulau Jawa dan Luar Pulau Jawa.
f)
Pemerataan distribusi
kekayaan sumber daya alam Indonesia maupun penduduk. Tol laut akan memudahkan
pergerakan penduduk semakin mudah, murah dan cepat.
7. Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Indonesia
Sumber daya kelautan
Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terutama di sector perikanan dan
pariwista bahari.
Sumber Daya Perikanan Indonesia
memiliki keanekaragaman jenis ikan dunia. Sekitar 37% (sekitar 2000 jenis)
spesies ikan dunia terdapat di Indonesia. Dari jumlah spesies tersebut. Dari jumlah
spesies tersebut, baru 400 yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Potensi budi
daya laut Indonesia sekitar 4,58 juat hektar lahan potensial. Namun baru
dimanfaatkan hanya sekitar 2%.
Pada 2012, kontribusi
sector perikanan dan kelautan dalam pendapat nasional hanya 20% . Angka ini
jauh lebih rendah dari pada negara-negara seperti Thailand dll.
Faktor penyebab masalah
belum optimalnya pengelolaan sumber daya perkanan di Indonesia antara lain
seperti berikut.
a.
Kebijakan pemerintah Indonesia, baik pusat mauoun daerah belum kuat dan
merata di seluruh wilayah Indonesia.
b.
Masih seringnya pencurian ikan oleh negara lain yang menyebabkan
kerugian
c.
Pelabuhan laut belum berfungsi
secara optimal.
d.
Pembangunan infrastruktur kelautan yang masih tertinggal.
e.
Jumlah industry perkapalan masih sedikit.
f.
Armada kapal penangkap ikan masih sederhana.
Jika dikelola maksimal, sector perikanan dapat menghasilkan pendapatan
sebesar 31,9 triliun dollar AS per tahun. Pariwiata Bahari Indonesia merupakan
kawasan wisata bahari yang sangat potensial di Asia bahkan Dunia sehingga
pariwisata bahari harus mendapat yang mendapat prioritas utama dalam
pemanfaatan sumber daya kelautan.
Objek wisata yang menjadi daya tarik wisatawan dalam parwisata bahari,
yaitu wisata alam pantai dan pulau-pulau kecil, wsata budaya masyarakat
pesisir, dan wisata olah raga.
Objek wisata yang harus dijadikan modal utama dalam pengembangan pariwisata bahari yaitu terumbu karang. Indonesa adalah negara denan kawasan terumbu karang terbaik di dunia.
Objek wisata yang harus dijadikan modal utama dalam pengembangan pariwisata bahari yaitu terumbu karang. Indonesa adalah negara denan kawasan terumbu karang terbaik di dunia.
Hutan mangrove sangat berpotensi dijadkan objek wisata bahari. Selain
berfungsi ekologis seperti tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, hutan
mangrove juga memberikan kesegaran udara, keindahan, dan kenyamanan.
Objek wisata bahari yang tidak kalah menarik dan sudah banyak
dikembangkan adalah wilayah pantai. Wilayah pantai memberikan kepuasaan bagi
wisatawan dalam kegiatan mengamati sunrise dan sunset di pinggri pantai, tempat
pemandian atau berenang yang bersih, dan berselancar di pantai yang memiliki
ombak besar.
Potensi yang demikian besar tersebut sangat berpeluang dikembangkan
menjadi sebuah industry pariwisata ynag berkontribusi besar bagi pemasukan
pendapatan negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, menurut Priyono (2014),
perlu adanya program pengembangan industri pariwisata bahari di Indonesia agar
dapat berdaya saing secara internasional. Program tersebut antara lain sebagai
berikut.
a.
Menyusun standar usaha wisata bahari.
b.
Meningkatkan pelayanan usaha wisata bahari
c.
Meningkatkan iklm investasi wisata bahari.
d.
Sertifikasi usaha pariwisata bahari,
e.
Mengembangkan jalur dan titik labuh kapal wisata ,dan
f.
Kemitraan usaha pariwisata bahari.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan dan Saran
Poros maritim dunia berkaitan dengan posisi geografis, dan bentuk wilayah Indonesia yang berupa kepulauan. Secara geopolitik dan geoekonomi, posisi geografis dan bentuk wilayah kepulauan merupakan modal kekuasaan bagi Indonesia untuk menjadi negara berbasis kelautan. Karakteristik wilayah Indonesia yang meliputi daratan dan perairan menjadikannya kaya akan sumber daya alam baik di darat maupun di lautan. Sumber daya kelautannya berupa daya perikanan dan pariwisata bahari. Poisisi strategis perairan Indoensia juga menjadikannya sebagai lintasan pelayaran dunia, hal tersebut menunjukan bahwa selain sebagai sumber penghasil pangan dan pariwisata bahari, perairan juga berfungsi sebagai jalur perdagangan antarbangsa.
B. Daftar Pustaka
Somantri, Lili, dan Nurul Huda 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Bandung: Grafindo Media Pratama.
http://www.invonesia.com/letak-geologis-indonesia.html
pic : https://www.zonareferensi.com/kondisi-geografis-indonesia/
https://www.gurugeografi.id/2018/07/arti-posisi-strategis-indonesia-sebagai.html
h ttps://fikmakalah.blogspot.com/2017/08/makalah-geografi-tentang-perkembangan.html
Hadir
ReplyDeleteHadir
ReplyDelete